Licolize Communications - Mitra Penerjemahan dan Penjurubahasaan Tepercaya Anda • 4.000+ Proyek Terselesaikan | 100+ Klien Terbantu • Penerjemahan, Pelokalan, Penjurubahasaan, dan Proofreading | MTPE | Subtitling | Voice Over | LQA • Licolize Communications - Mitra Penerjemahan dan Penjurubahasaan Tepercaya Anda • 4.000+ Proyek Terselesaikan | 100+ Klien Terbantu • Penerjemahan, Pelokalan, Penjurubahasaan, dan Proofreading | MTPE | Subtitling | Voice Over | LQA •

Penerjemah Generalis atau Spesialis? Mana yang Lebih Tepat?

Penerjemah Generalis atau Spesialis? Mana yang Lebih Tepat?

Penerjemahan sering kali terlihat seperti pekerjaan yang sederhana karena sekilas hanya berkaitan dengan mengubah teks dari bahasa sumber ke bahasa sasaran. Padahal, setiap teks yang diterjemahkan dapat berasal dari bidang dengan karakteristik yang berbeda-beda. 

Teks yang diterjemahkan dapat berasal dari berbagai bidang, seperti hukum, politik, pendidikan, bisnis, dan bidang lainnya. Setiap bidang memiliki istilah, konteks, kebutuhan, hingga cara penyampaian yang berbeda.

Keberagaman tersebut membuat seorang penerjemah tidak hanya membutuhkan kemampuan bahasa. Pemahaman terhadap topik, istilah, konteks, dan tujuan suatu teks juga menjadi bagian penting dalam proses penerjemahan. Jika dilihat dari segi keahlian dan fokus materinya, penerjemah dapat dikelompokkan menjadi dua kategori, yakni penerjemah generalis dan penerjemah spesialis.

Penerjemahan umum berkaitan dengan materi yang tidak terikat pada bidang tertentu, sedangkan penerjemahan spesialis berkaitan dengan materi dari bidang khusus. Dari pembagian inilah kemudian dikenal istilah penerjemah generalis dan penerjemah spesialis.

Lantas, apa yang membedakan penerjemah generalis dan spesialis, dan kapan masing-masing pendekatan dapat menjadi pilihan yang tepat?

Penerjemah Generalis (general translation)

Menjadi penerjemah generalis berarti siap untuk berhadapan dengan materi dari berbagai bidang yang tentunya memiliki karakteristik berbeda-beda. Mungkin hari ini ia akan menerjemahkan artikel tentang kesehatan, kemudian profil perusahaan, konten promosi, atau materi untuk website. Jadi ia tidak selalu menerjemahkan dokumen dari bidang yang sama.

Sekilas, pekerjaannya mungkin terlihat lebih mudah karena tidak terikat pada bidang tertentu saja. Padahal, perubahan topik menjadi tantangan bagi penerjemah generalis. Penerjemah generalis tidak memiliki fokus topik tertentu, sehingga ia perlu cepat memahami konteks baru sebelum memilih istilah dan menyampaikan gagasan sesuai dengan topik.

Di sinilah kemampuan beradaptasi menjadi penting. Penerjemah generalis perlu tahu bagaimana mencari dan memahami informasi yang belum dikuasainya. Kemampuan riset, membaca referensi, mengenali konteks, dan membandingkan penggunaan istilah menjadi bagian dari proses kerja.

Dengan demikian, penerjemah generalis bukan hanya dituntut untuk menyampaikan hasil terjemahan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan berbagai topik tanpa kehilangan ketepatan bahasa dan pesan.

Penerjemah Spesialis (specialized translation)

Berbeda dengan penerjemah generalis, penerjemah spesialis memiliki fokus penerjemahan pada satu atau dua bidang tertentu. Bidang tersebut diantaranya seperti hukum, kesehatan, politik, pendidikan, dan bidang lainnya , yang tidak selalu dapat dipahami hanya melalui kemampuan bahasa saja.

Teks dari bidang-bidang tersebut dapat menimbulkan masalah apabila diterjemahkan secara kata demi kata tanpa memperhatikan istilah dan konteks pada bidangnya. Hal ini dikarenakan sebuah istilah mungkin memiliki padanan tertentu yang lazim digunakan dalam bidang tersebut.

Karena itu, pengetahuan terhadap bidang tertentu menjadi bagian penting dalam pekerjaan penerjemahan spesialis. Penerjemah yang terbiasa mengerjakan teks-teks hukum, misalnya, akan lebih akrab dengan istilah dan pola bahasa yang umum digunakan dalam bidang tersebut.

Pengalaman tersebut dapat membuat proses memahami teks menjadi lebih efisien dibandingkan ketika harus mempelajari konteks yang sama dari awal setiap kali menerima proyek.

Namun, penerjemah spesialis juga bukan berarti dapat berhenti belajar. Justru ketika memilih satu bidang, tuntutan untuk terus mengikuti perkembangan bidang tersebut semakin besar. Istilah dapat berubah, teknologi berkembang, dan kebutuhan industri dapat bergeser. Jadi, penerjemah spesialis bukan sekadar memilih satu label, tetapi juga berarti bersedia terus memperdalam pengetahuan yang berkaitan dengan bidang tersebut.

Penerjemah Generalis atau Spesialis: Mana yang Lebih Dibutuhkan?

Pertanyaan tentang generalis atau spesialis tidak selalu berkaitan dengan siapa yang memiliki kemampuan lebih baik. Dalam praktiknya, kebutuhan terhadap keduanya bergantung pada jenis materi, topik, dan karakter proyek yang dikerjakan.

Karena itu, pertanyaan yang lebih tepat bukanlah mana yang lebih baik, melainkan penerjemah seperti apa yang sesuai dengan kebutuhan suatu proyek.

Ketika sebuah perusahaan membutuhkan penerjemahan untuk berbagai konten, seperti website, media sosial, promosi, dan informasi umum perusahaan, maka penerjemah generalis dapat menjadi pilihan yang sesuai. Penerjemah perlu mampu berpindah dari satu topik ke topik lainnya, serta mampu menyesuaikan gaya bahasa dengan tujuan masing-masing konten.

Namun, kondisi akan berbeda jika dokumen yang diterjemahkan memiliki tingkat teknis yang tinggi. Seperti dalam dokumen politik, hukum, kesehatan, ataupun teknologi,  kesalahan dalam memahami suatu istilah saja dapat memengaruhi ketepatan pesan yang disampaikan. Dalam kondisi seperti ini, penerjemah dengan pengalaman dan pengetahuan yang lebih spesifik dapat menjadi salah satu kebutuhan penting.

Dengan demikian, kebutuhan terhadap penerjemah generalis atau spesialis sebenarnya muncul dari karakter teks, bukan dari anggapan bahwa salah satunya memiliki kemampuan yang lebih tinggi. Penerjemah generalis dapat sangat dibutuhkan untuk proyek dengan materi yang beragam, sementara penerjemah spesialis dapat lebih sesuai untuk pekerjaan yang menuntut pemahaman bidang tertentu.

 Penerjemah Generalis atau Spesialis: Mana yang Lebih Tepat?

Jika dilihat dari sisi penerjemah, pilihan untuk menjadi penerjemah generalis atau spesialis pada akhirnya kembali pada arah keahlian yang ingin dibangun oleh seorang penerjemah. Keduanya memiliki karakter pekerjaan yang berbeda, sehingga tidak ada satu pilihan yang secara otomatis lebih tepat untuk semua penerjemah.

Penerjemah generalis dapat menjadi pilihan bagi mereka yang menyukai keberagaman topik dan memiliki kemampuan beradaptasi dengan berbagai jenis topik. Dengan cakupan pekerjaan yang lebih beragam, penerjemah dapat terus menemukan topik baru, memperluas pengetahuan, sekaligus mengembangkan kemampuan menerjemahkan dalam berbagai konteks.

Sementara itu, penerjemah spesialis dapat menjadi pilihan bagi seseorang yang memiliki ketertarikan kuat terhadap bidang tertentu. Misalnya, seseorang yang menyukai isu politik dan memiliki kemampuan bahasa yang baik dapat mengembangkan kedua hal tersebut menjadi keahlian profesional. Ia dapat mempelajari istilah, konsep, konteks dalam bidang politik, dan mengarahkan pekerjaannya pada penerjemahan teks politik. 

Dalam hal ini, minat terhadap suatu bidang dapat menjadi titik awal bagi penerjemah untuk membangun spesialisasi, tetapi tetap perlu disertai dengan pengetahuan dan pengalaman yang memadai.

Pilihan tersebut juga tidak selalu bersifat tetap. Seorang penerjemah dapat memulai karier dengan menerima berbagai jenis pekerjaan sebagai generalis, lalu menemukan bidang yang paling diminati dan kemudian memperdalamnya. 

Sebaliknya, penerjemah yang telah memiliki spesialisasi tetap dapat mengembangkan kemampuan di luar bidang utamanya ketika kebutuhan pekerjaan menuntut hal tersebut. Dengan demikian, pertanyaan “generalis atau spesialis?” lebih tepat dijawab dengan melihat apa yang ingin dikuasai dan jenis pekerjaan seperti apa yang ingin ditekuni. 

Penyebutan generalis atau spesialis bukan satu-satunya hal yang menentukan kualitas seorang penerjemah. Yang lebih penting adalah kemampuan penerjemah dalam menghasilkan terjemahan yang sesuai dengan materi, konteks, tujuan komunikasi, dan karakter pembaca.

Penerjemah generalis maupun spesialis sama-sama memiliki pendekatan yang berbeda dalam menangani pekerjaan penerjemahan. Perbedaan tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam menyesuaikan layanan dengan karakter dan kebutuhan setiap proyek.

Licolize Communications menyediakan layanan bahasa yang dapat disesuaikan dengan berbagai kebutuhan penerjemahan. Dengan memahami karakter setiap proyek terlebih dahulu, proses penerjemahan dapat diarahkan pada pendekatan yang sesuai, baik untuk materi dengan topik umum maupun dokumen yang membutuhkan pemahaman bidang tertentu.