Licolize Communications - Mitra Penerjemahan dan Penjurubahasaan Tepercaya Anda • 4.000+ Proyek Terselesaikan | 100+ Klien Terbantu • Penerjemahan, Pelokalan, Penjurubahasaan, dan Proofreading | MTPE | Subtitling | Voice Over | LQA • Licolize Communications - Mitra Penerjemahan dan Penjurubahasaan Tepercaya Anda • 4.000+ Proyek Terselesaikan | 100+ Klien Terbantu • Penerjemahan, Pelokalan, Penjurubahasaan, dan Proofreading | MTPE | Subtitling | Voice Over | LQA •

Mengenal Interpreting: Apa Itu Simultaneous dan Consecutive Interpreting?

Mengenal Interpreting: Apa Itu Simultaneous dan Consecutive Interpreting?

Dalam komunikasi yang melibatkan lebih dari satu bahasa, pesan tidak selalu disampaikan melalui teks tertulis. Dalam situasi seperti konferensi, pertemuan, wawancara, kegiatan seminar dengan pemateri dari luar negeri, atau berbagai kegiatan internasional lainnya, interpreting menjadi bagian penting dalam membantu kelancaran komunikasi. Melalui proses interpreting, pesan lisan dialihkan dari bahasa yang digunakan pembicara ke bahasa yang dipahami oleh audiens. 

Orang yang melakukan proses interpreting disebut interpreter. Berbeda dengan translator yang bekerja dengan teks tertulis, interpreter bertugas menyampaikan kembali pesan lisan dari bahasa sumber ke bahasa sasaran agar dapat dipahami oleh audiens.

Menariknya, cara seorang interpreter menyampaikan pesan tidak selalu dilakukan dengan pola yang sama. Ada situasi ketika interpreter menyampaikan pesan saat pembicara masih berbicara. Namun, ada pula situasi ketika interpreter harus menunggu pembicara berhenti terlebih dahulu sebelum menyampaikan pesan. Perbedaan cara penyampaian inilah yang kemudian dikenal sebagai simultaneous interpreting dan consecutive interpreting.

Keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu membantu komunikasi antarpihak yang menggunakan bahasa berbeda. Namun, cara kerja, waktu penyampaian, dan situasi penggunaannya dapat berbeda.

Interpreting Berbeda dengan Translation

Sebelum memahami perbedaan kedua mode tersebut, istilah interpreting perlu dibedakan terlebih dahulu dari translation. Keduanya memang sama-sama berkaitan dengan pengalihan pesan dari satu bahasa ke bahasa lain, tetapi bentuk komunikasinya berbeda.

Translation berkaitan dengan penerjemahan teks tertulis, seperti dokumen pendidikan, pekerjaan, dan berbagai kebutuhan tertulis lainnya. Sementara itu, interpreting berkaitan dengan penyampaian pesan secara lisan dari bahasa sumber ke bahasa sasaran.

Perbedaan bentuk komunikasi tersebut membuat pekerjaan interpreter memiliki karakteristik tersendiri. Ketika pembicara menyampaikan pesan, interpreter perlu mendengarkan, memahami maksudnya, kemudian menyampaikan kembali pesan tersebut dalam bahasa lain. 

Dalam praktiknya, cara kerja interpreter dapat disesuaikan dengan kebutuhan suatu kegiatan. Dua mode yang umum digunakan adalah simultaneous interpreting atau interpretasi simultan dan consecutive interpreting atau interpretasi konsekutif.

  1. Simultaneous Interpreting (Interpretasi Simultan)

Pada simultaneous interpreting, interpreter menyampaikan pesan ke dalam bahasa sasaran ketika pembicara masih berbicara. Dengan demikian, interpreter tidak perlu menunggu pembicara menyelesaikan seluruh penyampaiannya sebelum mulai menyampaikan interpretasi. 

Sekilas cara kerjanya mungkin terlihat sederhana karena interpreter hanya perlu menyampaikan kembali apa yang dikatakan oleh pembicara. Padahal prosesnya cukup kompleks. Interpreter harus mendengarkan seluruh informasi yang disampaikan, memahami maksudnya, merumuskan pesan ke dalam bahasa sasaran, lalu menyampaikannya kepada audiens dalam waktu yang sangat berdekatan dengan ucapan pembicara.

Karena berlangsung hampir bersamaan dengan pembicaraan, maka interpreter perlu memiliki fokus yang sangat tinggi. Tidak hanya itu, interpreter juga harus mampu mengikuti perubahan topik dan menyampaikan pesan tanpa kehilangan informasi penting yang disampaikan oleh pembicara. Hal ini membuat interpretasi simultan membutuhkan kemampuan bahasa sekaligus kemampuan memahami informasi dengan cepat.

Dalam kegiatan seperti konferensi atau pertemuan internasional, interpretasi simultan umumnya didukung oleh peralatan khusus. Interpreter dapat bekerja dari kabin dengan menggunakan headset dan mikrofon. Suara pembicara diterima melalui headset, kemudian hasil interpretasi disampaikan melalui mikrofon agar dapat didengar oleh audiens melalui perangkat yang telah disediakan.

  1. Consecutive Interpreting (Interpretasi Konsekutif)

Jika interpretasi simultan berlangsung ketika pembicara masih berbicara, interpretasi konsekutif memiliki pola yang berbeda.

Dalam mode ini, komunikasi berlangsung secara bergantian. Pembicara menyampaikan pesannya terlebih dahulu dalam beberapa kalimat atau bagian tertentu, lalu memberikan kesempatan kepada interpreter untuk menyampaikan hasil interpretasinya kepada audiens. Setelah interpreter selesai menyampaikan hasil interpretasinya, pembicara dapat melanjutkan penyampaiannya. 

Karena cara kerjanya bergantian, maka interpreter memiliki waktu untuk memahami pesan yang disampaikan oleh pembicara. Interpreter juga dapat mencatat poin-poin penting selama pembicara berbicara. Catatan tersebut membantu interpreter mengingat informasi yang disampaikan, terutama ketika pesan yang disampaikan cukup panjang.

Selain kemampuan memahami bahasa, consecutive interpreting juga membutuhkan kemampuan menyimak dan mencatat informasi secara efektif. Interpreter perlu menangkap poin-poin penting dari pembicaraan, mengingat konteksnya, kemudian menyampaikan kembali pesan secara runtut agar informasi yang diterima audiens tetap sesuai dengan maksud pembicara.

Interpretasi konsekutif dapat digunakan dalam berbagai situasi, terutama ketika komunikasi melibatkan jumlah audiens yang lebih terbatas dan pergantian giliran berbicara masih memungkinkan. Contohnya adalah pertemuan, diskusi, wawancara, atau komunikasi antara beberapa pihak yang menggunakan bahasa berbeda. 

Apa Perbedaan Simultaneous dan Consecutive?

Meskipun sama-sama bertujuan untuk menyampaikan pesan lisan dari satu bahasa ke bahasa lain, interpretasi simultan dan konsekutif memiliki cara kerja dan alat yang berbeda. Perbedaan keduanya dapat dilihat dari waktu penyampaian, pola komunikasi, peralatan yang digunakan, hingga situasi penggunaannya.  Berikut perbedaannya:

Aspek

Simultaneous Interpreting

Consecutive Interpreting

Waktu 

Saat pembicara masih berbicara dan berlangsung secara bersamaan.

Setelah pembicara memberikan jeda dan berlangsung secara bergantian.

Peralatan

Umumnya menggunakan kabin, headset, dan mikrofon.

Umumnya tidak memerlukan kabin khusus.

Catatan

Tidak menjadi ciri utama.

Dapat menggunakan catatan untuk membantu mengingat informasi.

Penggunaan

Konferensi, seminar, atau acara dengan banyak audiens.

Wawancara, pertemuan, diskusi, atau kegiatan dengan audiens lebih terbatas.

 

Selain simultaneous dan consecutive interpreting, terdapat pula whispered interpreting. Namun, whispered interpreting sebenarnya merupakan bentuk khusus dari simultaneous interpreting.

Whispered interpreting berkaitan dengan penyampaian pesan dari bahasa sumber ke bahasa sasaran dengan cara membisikkan hasil interpretasi kepada audiens ketika pembicara masih berbicara. Karena dilakukan ketika pembicara masih berbicara, whispered interpreting termasuk dalam bentuk simultaneous interpreting. 

Mode ini dapat digunakan ketika hanya sebagian kecil audiens yang membutuhkan interpretasi dan situasi memungkinkan penyampaian pesan secara berbisik.

Kapan Menggunakan Simultaneous dan Consecutive Interpreting?

Pemilihan antara simultaneous dan consecutive interpreting bergantung pada karakteristik kegiatan yang akan berlangsung. Simultaneous interpreting lebih sesuai untuk kegiatan seperti konferensi, seminar internasional, atau acara dengan jumlah audiens yang besar ketika komunikasi perlu berlangsung dengan jeda minimal.

Sementara itu, consecutive interpreting dapat menjadi pilihan untuk wawancara, pertemuan bisnis, diskusi, atau kegiatan lain yang memungkinkan pembicara dan interpreter berbicara secara bergantian.

Namun, jenis kegiatan bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Kebutuhan audiens, kondisi tempat, serta ketersediaan peralatan juga dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan mode interpreting. 

Kegiatan dengan banyak audiens dan kebutuhan komunikasi yang berlangsung terus-menerus, misalnya, cenderung membutuhkan pengaturan yang berbeda dengan pertemuan yang berlangsung dalam suasana lebih sederhana dan interaktif.


 

Memilih Layanan Interpreting Sesuai Kebutuhan

Memahami perbedaan simultaneous dan consecutive interpreting dapat membantu menentukan layanan yang sesuai dengan kebutuhan suatu kegiatan. Pemilihan mode interpreting dapat disesuaikan dengan bentuk acara, jumlah audiens, serta bagaimana komunikasi akan berlangsung.

Bagi perusahaan, lembaga, maupun individu yang membutuhkan dukungan komunikasi lintas bahasa, pemilihan metode interpreting yang tepat dapat membantu pesan tersampaikan secara jelas kepada pihak yang dituju. 

Licolize Communications menyediakan layanan interpreting sebagai bagian dari layanan kebahasaan untuk mendukung berbagai kebutuhan komunikasi antarbahasa.