Licolize Communications - Mitra Penerjemahan dan Penjurubahasaan Tepercaya Anda • 4.000+ Proyek Terselesaikan | 100+ Klien Terbantu • Penerjemahan, Pelokalan, Penjurubahasaan, dan Proofreading | MTPE | Subtitling | Voice Over | LQA • Licolize Communications - Mitra Penerjemahan dan Penjurubahasaan Tepercaya Anda • 4.000+ Proyek Terselesaikan | 100+ Klien Terbantu • Penerjemahan, Pelokalan, Penjurubahasaan, dan Proofreading | MTPE | Subtitling | Voice Over | LQA •

Kapan Anda Membutuhkan Proofreading?

Kapan Anda Membutuhkan Proofreading?

Menerjemahkan sebuah dokumen bukan hanya tentang mengubah kata dari satu bahasa ke bahasa lainnya. Hasil terjemahan juga perlu diperiksa kembali untuk memastikan teks tersebut bebas dari kesalahan dan nyaman untuk dibaca. Sebab, hasil sebuah terjemahan masih dapat berupa versi awal yang membutuhkan pemeriksaan kembali. 

Kesalahan dalam hasil terjemahan dapat berupa kesalahan ejaan, tata bahasa, tanda baca, penggunaan kata, penulisan istilah, maupun ketidakkonsistenan dalam penulisan. Kesalahan tersebut dapat memengaruhi kualitas dan keterbacaan teks.

Karena itu, pemeriksaan pada tahap akhir menjadi langkah yang dapat membantu menemukan kesalahan yang mungkin terlewat selama proses penerjemahan. Proses inilah yang dikenal sebagai proofreading. 

Apa Itu Proofreading?

Proofreading dalam penerjemahan merupakan proses pemeriksaan kembali hasil terjemahan teks untuk mengetahui kesalahan sebelum teks tersebut digunakan atau dipublikasikan. Pemeriksaan dilakukan pada teks hasil terjemahan dengan memperhatikan ketepatan penggunaan bahasa serta kenyamanan teks ketika dibaca.

Dalam proses ini, proofreader melakukan pemeriksaan terhadap ejaan, tata bahasa, tanda baca, pilihan kata, penggunaan istilah, konsistensi, dan keterbacaan teks. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk memastikan tidak terdapat kesalahan penulisan yang dapat mengganggu pemahaman pembaca.

Sebagai contoh, sebuah hasil terjemahan dapat memiliki kalimat “Perusahaan akan meluncurkan produk baru, pada bulan depan.” Secara umum, isi kalimat tersebut masih dapat dipahami, tetapi penggunaan tanda koma sebelum “pada bulan depan” tidak diperlukan. Proofreader dapat menemukan dan memperbaiki kesalahan seperti ini agar teks menjadi lebih rapi dan sesuai dengan kaidah penulisan.

Contoh lainnya adalah penggunaan istilah yang tidak konsisten. Jika suatu istilah diterjemahkan sebagai “pelanggan” pada satu bagian, tetapi menjadi “konsumen” pada bagian yang lain padahal merujuk pada hal yang sama, konsistensi tersebut perlu diperiksa kembali. Dengan demikian, proofreading membantu memastikan hasil terjemahan lebih tepat secara kebahasaan, konsisten, dan nyaman untuk dibaca.

Kapan Hasil Terjemahan Membutuhkan Proofreading?

Tidak semua orang menyadari bahwa hasil terjemahan sebuah dokumen masih membutuhkan pemeriksaan setelah proses penerjemahan selesai. Padahal proofreading menjadi tahap penting, terutama ketika dokumen tersebut digunakan untuk kebutuhan profesional.

Salah satu kondisi yang membutuhkan proofreading adalah ketika hasil terjemahan akan dipublikasikan. Website, artikel, brosur, katalog, hingga materi promosi merupakan contoh dokumen yang membawa nama perusahaan atau organisasi. 

Proofreading juga penting untuk dokumen yang memiliki informasi penting atau bersifat resmi. Dokumen akademik, dokumen bisnis, kontrak, laporan, dan berbagai dokumen profesional membutuhkan ketelitian agar informasi yang disampaikan tidak mengalami perubahan atau kesalahan.

Selain itu, proofreading dapat dipertimbangkan ketika hasil terjemahan dibuat menggunakan mesin penerjemahan atau AI. Teknologi penerjemahan dapat membantu menghasilkan teks dalam waktu singkat, tetapi hasilnya tetap perlu diperiksa kembali oleh manusia. Terjemahan otomatis dapat terlihat benar secara sekilas, tetapi tetap dapat mengandung kesalahan ejaan, tata bahasa, tanda baca, pilihan kata, atau penggunaan istilah  yang perlu diperiksa kembali.

Proofreading juga bisa dilakukan setelah dokumen mengalami beberapa kali revisi. Ketika kalimat diubah atau bagian tertentu dipindahkan, kesalahan kecil bisa saja tertinggal, seperti tanda baca yang tidak sesuai, istilah yang berbeda penulisannya, atau kalimat yang terasa kurang cocok. Karena itu, pemeriksaan akhir tidak hanya untuk teks yang baru selesai diterjemahkan, tetapi juga untuk dokumen yang sudah mengalami penyuntingan berulang kali sebelum dikirim atau dipublikasikan.

Dengan demikian, kebutuhan proofreading tidak hanya ditentukan oleh siapa yang menerjemahkan dokumen, tetapi juga oleh tujuan penggunaan, tingkat kepentingan, hingga risiko kesalahan pada dokumen tersebut.

Apa Saja yang Diperiksa dalam Proofreading Terjemahan?

Proofreading terjemahan mencakup beberapa aspek yang saling berkaitan. Pemeriksaan tidak berhenti pada kesalahan ketik saja, karena kualitas sebuah terjemahan juga dipengaruhi oleh ketepatan bahasa dan konsistensi isinya.

  1. Ejaan dan tata bahasa

Kesalahan penulisan, struktur kalimat, penggunaan imbuhan, atau bentuk kata dapat membuat teks terasa kurang natural dan mengurangi kualitas keterbacaan.

  1. Pilihan kata dan istilah

Satu kata dapat memiliki beberapa padanan, sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan konteks. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan pada dokumen yang menggunakan istilah khusus, seperti bidang hukum, bisnis, akademik, atau teknis.

  1. Tanda baca dan struktur kalimat

Penggunaan tanda koma, titik, tanda kurung, dan tanda baca lainnya sangat perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi cara pembaca dalam memahami sebuah kalimat.

  1. Konsistensi

Istilah yang sama sebaiknya digunakan secara konsisten apabila memang merujuk pada hal yang sama. Perubahan istilah tanpa alasan yang jelas dapat membuat pembaca kebingungan apakah istilah tersebut memiliki makna yang berbeda.

  1. Keterbacaan

Keterbacaan berkaitan dengan seberapa mudah teks dipahami dan diikuti oleh pembaca. Kalimat yang terlalu rumit, penggunaan kata yang kurang tepat, atau susunan kalimat yang terasa janggal dapat membuat pembaca kesulitan memahami isi teks. Karena itu, proofreader juga memperhatikan apakah hasil terjemahan terasa jelas, natural, dan nyaman untuk dibaca.

Dengan pemeriksaan tersebut, proofreading membantu menghasilkan teks terjemahan yang lebih rapi, konsisten, mudah dipahami, dan sesuai dengan kaidah bahasa yang digunakan.

Kapan Sebaiknya Menggunakan Jasa Proofreading Profesional?

Memeriksa hasil terjemahan sendiri memang dapat dilakukan. Namun, ada kemungkinan terdapat beberapa kesalahan yang terlewat karena penerjemah sudah sangat terbiasa dengan teks yang dikerjakannya. Setelah membaca dokumen yang diterjemahkan secara berulang-ulang, ia akan kurang menyadari bagian tertentu yang sebenarnya masih perlu diperbaiki.

Pemeriksaan oleh pihak lain dapat memberikan sudut pandang yang berbeda. Proofreader dapat memeriksa hasil terjemahan tanpa memiliki sudut pandang yang sama dengan sang pemilik dokumen, sehingga ia lebih mudah menemukan bagian yang terasa janggal, tidak konsisten, atau kurang jelas ketika dibaca.

Hal ini juga semakin relevan dengan dokumen yang panjang atau memiliki istilah khusus. Semakin banyak istilah atau informasi yang harus diperhatikan, semakin besar pula kemungkinan adanya bagian yang luput ketika dokumen hanya diperiksa oleh orang yang sama.

Jasa proofreading dapat menjadi pilihan ketika Anda sudah memiliki hasil terjemahan, tetapi ingin memastikan dokumen tersebut telah siap digunakan. Pemeriksaan oleh proofreader dapat membantu menemukan bagian yang masih perlu diperbaiki tanpa mengharuskan Anda menerjemahkan ulang dokumen dari awal.

Layanan ini juga dapat membantu ketika Anda tidak memiliki waktu untuk memeriksa seluruh isi dokumen secara menyeluruh. Proofreader dapat meninjau berbagai aspek dalam teks, mulai dari ejaan, tata bahasa, pilihan kata, hingga konsistensi dan keterbacaan teks.

Dengan menggunakan jasa proofreading, hasil terjemahan yang sudah tersedia dapat ditinjau kembali sebelum diserahkan kepada pihak lain, dipublikasikan, atau digunakan untuk kebutuhan profesional. Hal ini dapat menjadi pertimbangan bagi Anda yang ingin memastikan dokumen telah melalui pemeriksaan sebelum digunakan

Licolize Communications menyediakan layanan penerjemahan dan proofreading untuk membantu memastikan dokumen Anda siap digunakan sesuai dengan kebutuhan, baik untuk keperluan akademik, bisnis, maupun profesional.