Dari Jurnal hingga Dokumen Resmi: Mengapa Beberapa Terjemahan Membutuhkan Keahlian Profesional?
Terjemahan seringkali dianggap sebagai tugas yang sangat sederhana yang hanya melibatkan penggantian satu set kata dengan set kata yang serupa dalam bahasa lain. Namun dalam praktiknya prosesnya bisa lebih rumit tergantung jenis teks yang harus diterjemahkan. Jadi meskipun postingan santai di media sosial bisa diterjemahkan secara longgar, artikel ilmiah dan dokumen resmi membutuhkan pendekatan yang lebih hati-hati karena akurasi istilah, informasi dan maknanya.
Itulah mengapa tidak semua dokumen bisa diterjemahkan dengan cara yang sama. Ada beragam jenis teks dan mereka membutuhkan pendekatan yang berbeda. Kadang-kadang itu tidak hanya berarti keterampilan penerjemahan dalam dua atau lebih bahasa tetapi juga pengetahuan tentang subjek tertentu. Penerjemahan artikel ilmiah dan terjemahan bersertifikat adalah dua contoh dari terjemahan yang melampaui keterampilan Bahasa.
Penerjemahan Ilmiah:Lebih dari Sekedar Terminologi Teknis
Artikel ilmiah mengandung banyak informasi yang harus diterjemahkan secara akurat. Informasi dalam teks bisa mencakup hasil penelitian, konsep ilmiah, metode, data, teori dll. Bahkan sedikit perubahan makna dari sebuah kalimat bisa mempengaruhi persepsi pembaca atas penelitian tersebut.
Salah satu kesulitan utama dalam penerjemahan ilmiah terkait dengan istilahnya. Setiap bidang ilmiah memiliki istilahnya sendiri yang tidak harus diterjemahkan dengan definisi umum dari sebuah kata. Penerjemah harus memperhatikan konteks dan memilih istilah yang digunakan dan disetujui dalam bidang ilmiah tersebut. Selain itu konsistensi dalam istilah sangatlah penting dan terjemahan yang tidak konsisten dari istilah yang sama dalam satu artikel bisa berarti istilah tersebut memiliki makna yang berbeda atau menggambarkan konsep yang berbeda.
Pada saat yang sama penerjemah harus mempertimbangkan struktur artikel tersebut. Bagian seperti abstrak, pengantar, metodologi, hasil dan diskusi memiliki peran khusus dalam menyampaikan pesan kepada pembaca. Penerjemah harus menjaga hubungan antara semua bagian tersebut sambil membuat terjemahan terdengar alami bagi pembaca sasaran.
Oleh karena itu pendekatan profesional sangatlah penting dalam kasus ini. Terjemahan yang baik bukan hanya transfer kalimat dari artikel asli ke bahasa lain. Sebaliknya terjemahan yang baik harus memberikan informasi yang sama kepada pembaca terlepas dari latar belakang bahasa dan pendidikannya.
Pentingnya Partisipasi Manusia
Berkat kemajuan teknologi proses penerjemahan menjadi lebih cepat dan lebih terjangkau. Penerjemahan mesin bisa membantu seseorang untuk memahami sebuah teks atau membuat draf dari terjemahan tersebut. Namun dalam kasus dokumen khusus intervensi manusia sangatlah penting untuk hasil akhir yang akurat dan relevan.
Penerjemah manusia bisa mempertimbangkan konteks, istilah, struktur kalimat dan pembaca sasaran secara bersamaan. Hal ini menjadi sangat penting ketika teks sumbernya mengandung beberapa ungkapan yang tidak bisa diterjemahkan secara langsung. Terjemahan yang mengikuti struktur teks sumber bisa mengakibatkan kalimat terdengar aneh atau membingungkan dalam bahasa sasaran.
Selain itu dalam penerjemahan ilmiah penerjemah harus sangat memperhatikan angka, satuan, istilah teknis, referensi, temuan penelitian dll. Meskipun mungkin terlihat seperti masalah kecil kesalahan di area tersebut akan berdampak negatif pada kualitas dokumen tersebut.
Hal yang sama berlaku untuk proyek penerjemahan profesional lainnya. Seperti halnya Licolize, penerjemahan diposisikan sebagai komponen dari layanan bahasa yang lebih besar yang mencakup lokalisasi, penyuntingan dan proofreading, MTPE, subtitling, voice-over, dan jaminan kualitas linguistik. Artinya pembuatan dokumen yang diterjemahkan dengan baik tidak hanya berarti transfer kalimat antara bahasa.
Penerjemahan Bersertifikat: Ketika Akurasi Memiliki Pentingnya Hukum
Bidang lain dari penerjemahan yang membutuhkan pendekatan khusus adalah penerjemahan bersertifikat. Berbeda dengan penerjemahan biasa, penerjemahan bersertifikat biasanya dilakukan untuk dokumen yang mungkin digunakan untuk tujuan administratif atau bahkan hukum. Dokumen tersebut bisa berupa ijazah, transkrip, akta kelahiran, akta pernikahan, dokumen hukum dan dokumen resmi lainnya sesuai dengan persyaratan lembaga penerima.
Akurasi terjemahan sangatlah penting dalam penerjemahan bersertifikat karena dokumen tersebut bisa digunakan dalam proses administratif atau hukum. Nama, tanggal, nomor dokumen, judul, cap dan informasi lainnya harus ditangani dengan sangat hati-hati. Penerjemah tidak bisa sekedar merumuskan ulang isi untuk membuatnya terdengar lebih baik; terjemahan haruslah mempertahankan semua informasi dari dokumen asli.
Selain isi format dokumen juga harus dipertimbangkan. Selama penerjemahan dokumen resmi penerjemah harus memahami informasi apa yang harus dimasukkan dalam dokumen akhir tersebut.
Oleh karena itu orang yang membutuhkan penerjemahan bersertifikat harus mengetahui persyaratan lembaga penerima. Berbagai lembaga atau negara bisa memiliki regulasi yang berbeda mengenai penerjemah, sertifikasi, format dokumen atau dokumen tambahan lainnya.
Tujuan yang Sama, Pendekatan yang Berbeda
Meskipun penerjemahan ilmiah dan penerjemahan bersertifikat memiliki karakteristik yang berbeda mereka memiliki satu fitur yang sama yaitu akurasi. Jadi dalam kasus artikel ilmiah akurasi diperlukan untuk pemahaman yang tepat atas penelitian tersebut. Dalam kasus dokumen resmi akurasi diperlukan untuk penyampaian informasi pribadi dan administratif sesuai dengan dokumen aslinya. Kedua jenis penerjemahan tersebut membutuhkan perhatian terhadap detail yang mungkin terlewatkan oleh pembaca biasa.
Selain akurasi setiap dokumen memiliki harapan dan tingkat tanggung jawab yang berbeda dari penerjemah. Memahami perbedaan ini membantu penerjemah untuk memilih bahasa yang tepat dan memastikan bahwa terjemahan tersebut sesuai dengan tujuannya.
Ini juga alasan mengapa layanan penerjemahan profesional tidak hanya melibatkan transfer kata dari satu bahasa ke bahasa lain. Fokus Licolize pada penerjemahan, lokalisasi dan layanan bahasa menunjukkan bahwa komunikasi efektif dalam berbagai Bahasa membutuhkan tidak hanya pengetahuan bahasa tetapi juga konteks dan tujuan dari isi tersebut.
Oleh karena itu seorang penerjemah profesional tidak hanya membutuhkan kemampuan bahasa tetapi juga pengetahuan di bidang tertentu, keterampilan penelitian, perhatian terhadap detail dan kemampuan untuk membuat keputusan yang benar ketika tidak ada padanan langsung dari ungkapan dalam bahasa sumber.
Target Audiens, Tujuan dan Konsistensi
Aspek lain dari penerjemahan profesional adalah target audiens. Penerjemah harus mengetahui siapa yang akan membaca dokumen tersebut dan informasi apa yang dibutuhkan olehnya. Jadi informasi ilmiah bisa ditujukan untuk peneliti, mahasiswa, akademisi atau profesional. Setiap audiens tersebut memiliki istilah dan konvensi tertentu. Oleh karena itu terjemahan harus rinci tetapi tetap jelas agar dapat dipahami.
Tujuan penerjemahan juga harus dipertimbangkan. Artikel ilmiah mungkin diterjemahkan untuk menjangkau audiens internasional, diterbitkan dalam bahasa lain atau memungkinkan peneliti dari negara lain untuk memahami penelitian tersebut. Dalam situasi tersebut terjemahan harus berisi semua temuan dari artikel aslinya.
Konsistensi dalam dokumen juga sangatlah penting. Teks panjang mengandung pengulangan istilah, nama, konsep dan referensi. Ketidak konsisten dalam menerjemahkan informasi tersebut akan menurunkan kualitas dokumen dan membingungkan pembaca. Itulah mengapa penerjemah profesional tidak hanya harus memperhatikan setiap kalimat terpisah tetapi juga dokumen tersebut sebagai keseluruhan.
Selain itu, penerjemah perlu mempertimbangkan bagaimana hasil terjemahan akan dipahami oleh pembaca. Setiap kelompok pembaca memiliki tingkat pengetahuan dan kebutuhan informasi yang berbeda. Karena itu, penerjemah harus menyesuaikan pilihan bahasa tanpa menghilangkan informasi dari teks asli. Terjemahan yang terlalu sederhana dapat menghilangkan makna tertentu, sedangkan terjemahan yang terlalu rumit dapat membuat pembaca kesulitan memahami informasi. Tujuan dokumen juga menentukan pendekatan penerjemahan.
Artikel ilmiah untuk pembaca internasional, misalnya, harus mempertahankan seluruh temuan penelitian sekaligus membuatnya mudah dipahami oleh pembaca dari latar belakang bahasa yang berbeda. Dengan memahami pembaca dan tujuan dokumen, penerjemah dapat memilih bahasa yang tepat dan memastikan hasil terjemahan berfungsi sesuai kebutuhan.
Hal ini membantu menjaga pesan dan mencegah informasi berubah saat teks dipindahkan ke bahasa lain. Dengan demikian, kualitas terjemahan tidak hanya ditentukan oleh pilihan kata, tetapi juga kesesuaian isi dengan kebutuhan pembaca.
Penelitian dan Perhatian terhadap Detail
Penelitian juga merupakan bagian penting dari proses penerjemahan. Ketika seorang penerjemah menerjemahkan sebuah teks ia mungkin menghadapi istilah yang tidak memiliki padanan langsung dalam bahasa sasaran. Dalam situasi tersebut penerjemah tidak bisa memilih terjemahan pertama dari istilah tersebut. Ia harus menggunakan sumber yang tepat, memeriksa terminologi dalam bidang tersebut dan melihat bagaimana istilah tersebut digunakan oleh para profesional.
Meskipun membutuhkan waktu tambahan metode ini bisa membantu menghindari terjemahan yang salah atau tidak alami. Jadi pekerjaan seorang penerjemah tidak hanya melibatkan pemahaman bahasa tetapi juga kemampuan untuk mencari dan memverifikasi informasi.
Perhatian terhadap detail juga dibutuhkan selama penerjemahan dokumen resmi. Bahkan informasi yang paling sederhana harus diverifikasi dengan hati-hati. Nama, istilah institusi, tanggal, nomor identifikasi dan informasi lainnya harus dimasukkan dengan benar dalam terjemahan. Kesalahan kecil dalam menerjemahkan informasi ini bisa menyebabkan kesalahpahaman yang bisa dihindari.
Lebih dari Bahasa
Penerjemahan profesional memungkinkan organisasi untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang berbicara dalam bahasa yang berbeda. Baik teksnya bersifat akademis, hukum, teknis atau komersial pembaca membutuhkan informasi yang dapat diandalkan. Terjemahan yang terdengar alami sambil tetap mempertahankan makna dari teks aslinya dapat meningkatkan efisiensi komunikasi.
Oleh karena itu proses penerjemahan harus dilihat sebagai proses yang melibatkan pertimbangan, penelitian dan tanggung jawab. Penerjemah tidak hanya bekerja dengan kalimat dalam dokumen tetapi juga membantu mentransfer informasi dari satu konteks ke konteks lainnya. Hal ini menjadi sangat penting ketika dokumen yang diterjemahkan akan digunakan untuk tujuan akademis, profesional, administratif atau hukum.
Dalam situasi tersebut pembaca harus yakin bahwa terjemahan tersebut secara setia merefleksikan dokumen aslinya. Kepercayaan inilah salah satu alasan mengapa intervensi manusia diperlukan sepanjang proses penerjemahan.
Itulah mengapa layanan penerjemahan profesional tetap relevan meskipun ada perkembangan teknologi dalam penerjemahan. Meskipun teknologi bisa mempercepat proses penerjemahan keahlian manusia masih diperlukan ketika akurasi, konteks dan tujuan dokumen tidak bisa dikorbankan.
Sebagai kesimpulan,apapun itu apakah itu terjemahan dari artikel jurnal menjadi artikel ilmiah atau dokumen resmi yang paling penting bukan apakah kata-kata telah diterjemahkan. Yang jauh lebih penting adalah apakah makna, informasi dan tujuan dari teks asli telah berhasil ditransfer dengan akurat, jelas dan alami ke dalam bahasa lain. Hanya dalam kasus ini terjemahan bukan hanya sekumpulan kata yang dipindahkan dari satu bahasa ke bahasa lain tetapi dokumen yang dapat dipahami dan dapat dipercaya bagi para pembaca.