Bukan Sekadar Menerjemahkan: Apa yang Sebenarnya Dilakukan Interpreter?
Ketika dua orang atau lebih berbicara dalam bahasa yang berbeda, komunikasi tidak selalu dapat berjalan hanya dengan mengandalkan kemampuan bahasa dasar atau aplikasi penerjemah. Dalam situasi seperti rapat bisnis, konferensi, negosiasi, atau acara internasional, pesan harus disampaikan dengan cepat, tepat, dan sesuai konteks.
Di sinilah interpreter berperan.
Berbeda dengan penerjemah yang bekerja dengan teks tertulis, interpreter membantu menyampaikan bahasa lisan dari satu bahasa ke bahasa lainnya secara langsung. Namun, pekerjaan interpreter bukan sekadar menerjemahkan apa yang diucapkan. Mereka juga harus memahami konteks, maksud, nada bicara, istilah khusus, hingga perbedaan budaya yang dapat memengaruhi komunikasi.
Lantas, apa sebenarnya yang dilakukan interpreter?
Memahami Peran Interpreter
Interpreter adalah profesional yang membantu menyampaikan pesan secara lisan dari satu bahasa ke bahasa lain. Mereka dapat bekerja dalam berbagai situasi, mulai dari pertemuan bisnis dan konferensi hingga pelatihan, negosiasi, dan acara resmi.
Seorang interpreter tidak hanya mendengarkan kata-kata lalu mengalihbahasakannya. Mereka harus memahami makna di balik pesan dan menyampaikannya kembali dalam bahasa target dengan cara yang mudah dipahami oleh pendengar.
Karena prosesnya berlangsung secara langsung, interpreter harus mampu berpikir dan mengambil keputusan dengan cepat tanpa mengubah maksud pembicara.
Peran Interpreter dalam Komunikasi
Menyampaikan Pesan Secara Akurat
Tugas utama interpreter adalah memastikan pesan pembicara tersampaikan secara akurat dalam bahasa lain.
Namun, akurasi tidak berarti menerjemahkan setiap kata secara harfiah. Dalam percakapan, susunan kalimat, ungkapan, dan cara menyampaikan suatu gagasan dapat berbeda antara satu bahasa dan bahasa lainnya.
Interpreter perlu menemukan cara yang tepat untuk menyampaikan makna yang sama, bukan sekadar mengganti kata dari satu bahasa ke bahasa lain.
Hal ini membutuhkan pemahaman bahasa yang kuat sekaligus kemampuan untuk menangkap maksud pembicara dalam waktu singkat.
Memahami Konteks Pembicaraan
Satu kata atau istilah dapat memiliki arti berbeda tergantung konteksnya.
Misalnya, istilah tertentu dalam bidang teknologi, hukum, kesehatan, atau keuangan mungkin memiliki padanan khusus yang tidak dapat digantikan dengan terjemahan umum.
Karena itu, interpreter profesional biasanya melakukan persiapan sebelum acara. Mereka dapat mempelajari materi presentasi, terminologi, nama perusahaan, topik pembahasan, hingga informasi lain yang relevan dengan acara.
Persiapan tersebut membantu interpreter memahami pembicaraan dengan lebih cepat ketika acara berlangsung dan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam menyampaikan pesan.
Menjaga Nada dan Gaya Bicara
Cara seseorang menyampaikan pesan dapat sama pentingnya dengan kata-kata yang digunakan.
Dalam negosiasi bisnis, misalnya, perbedaan antara pernyataan yang tegas, diplomatis, atau sekadar saran dapat memengaruhi bagaimana pesan diterima oleh lawan bicara.
Interpreter perlu mempertahankan nada dan maksud tersebut selama menyampaikan pesan dalam bahasa target. Tujuannya bukan membuat pembicara terdengar seperti orang lain, melainkan memastikan cara penyampaian pesan tetap sesuai dengan maksud aslinya.
Menjembatani Perbedaan Budaya
Komunikasi lintas bahasa juga sering melibatkan perbedaan budaya.
Ungkapan, humor, kebiasaan berkomunikasi, atau cara menyampaikan kritik dapat dipahami secara berbeda oleh orang dari latar belakang budaya yang berbeda.
Interpreter yang berpengalaman memahami bahwa komunikasi tidak selalu hanya tentang bahasa. Mereka juga perlu mempertimbangkan konteks budaya agar pesan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Dalam situasi profesional, kemampuan ini dapat menjadi sangat penting, terutama ketika komunikasi melibatkan pihak dari negara dan budaya yang berbeda.
Interpreter vs. Translator: Apa Bedanya?
Istilah interpreter dan translator sering digunakan secara bergantian, padahal keduanya memiliki bidang pekerjaan yang berbeda.
Secara umum, translator bekerja dengan bahasa tertulis, sedangkan interpreter bekerja dengan bahasa lisan. Translator biasanya menerjemahkan dokumen seperti kontrak, laporan, website, materi pemasaran, atau dokumen teknis. Sementara itu, interpreter membantu komunikasi secara langsung dalam meeting, konferensi, wawancara, negosiasi, dan berbagai acara lainnya.
Perbedaan cara kerja ini juga membuat tuntutan terhadap keduanya berbeda. Translator memiliki waktu untuk melakukan riset, memeriksa referensi, dan merevisi hasil terjemahan. Interpreter, di sisi lain, harus memahami dan menyampaikan pesan dalam waktu yang sangat singkat.
Meskipun demikian, keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu memastikan komunikasi lintas bahasa dapat berlangsung secara efektif.
Dalam beberapa situasi, perusahaan bahkan membutuhkan keduanya. Misalnya, dokumen dan materi presentasi dapat diterjemahkan terlebih dahulu oleh translator, sementara interpreter membantu komunikasi selama meeting atau acara berlangsung.
Jenis-Jenis Interpreting
Kebutuhan interpreting dapat berbeda tergantung situasi dan format acara.
Simultaneous Interpreting
Dalam simultaneous interpreting, interpreter menyampaikan pesan hampir bersamaan dengan pembicara. Metode ini banyak digunakan dalam konferensi, seminar, kongres, dan acara dengan jumlah peserta yang besar. Karena harus mendengarkan dan berbicara hampir pada saat yang sama, interpreter membutuhkan konsentrasi tinggi serta kemampuan memproses informasi dengan cepat.
Consecutive Interpreting
Consecutive interpreting dilakukan setelah pembicara berhenti atau menyelesaikan bagian tertentu dari pembicaraannya. Interpreter kemudian menyampaikan kembali pesan tersebut kepada pendengar. Metode ini sering digunakan dalam meeting, wawancara, kunjungan bisnis, dan negosiasi dengan jumlah peserta yang lebih terbatas.
Liaison Interpreting
Liaison interpreting, biasanya digunakan dalam percakapan dua arah dengan kelompok kecil. Interpreter membantu kedua pihak berkomunikasi dengan menyampaikan pesan secara bergantian. Jenis interpreting ini dapat digunakan dalam pertemuan bisnis, kunjungan perusahaan, atau diskusi dengan mitra internasional.
Seiring berkembangnya teknologi, interpreting juga dapat dilakukan secara jarak jauh melalui platform komunikasi online.
Remote Interpreting
Remote interpreting memungkinkan interpreter membantu meeting virtual, webinar, dan acara internasional tanpa harus berada di lokasi yang sama dengan peserta.
Tergantung pada pengaturannya, layanan jarak jauh dapat mencakup Video Remote Interpreting (VRI), Over-the-Phone Interpreting (OPI), atau Remote Simultaneous Interpreting (RSI).
Kapan Perusahaan Membutuhkan Interpreter Profesional?
Tidak semua percakapan membutuhkan interpreter. Namun, dalam situasi ketika kesalahan komunikasi dapat memengaruhi hubungan bisnis atau hasil suatu acara, menggunakan interpreter profesional dapat menjadi pilihan yang penting.
Meeting dengan klien atau mitra asing, misalnya, sering melibatkan pembahasan mengenai strategi, proyek, harga, atau kerja sama. Dalam situasi seperti ini, peserta perlu memahami pesan satu sama lain dengan jelas.
Hal yang sama berlaku dalam konferensi internasional, seminar, pelatihan, kunjungan perusahaan, negosiasi bisnis, maupun acara resmi yang melibatkan peserta dari berbagai negara.
Dalam situasi tersebut, interpreter bukan hanya membantu peserta memahami bahasa lain. Mereka membantu memastikan komunikasi berlangsung secara jelas dan sesuai dengan maksud masing-masing pihak.
Pentingnya Interpreter Profesional
Kemampuan berbicara dua bahasa belum tentu cukup untuk menjadi interpreter profesional.
Interpreter perlu memahami terminologi khusus, menangkap maksud pembicara, bekerja di bawah tekanan waktu, dan menyampaikan pesan secara akurat. Mereka juga harus mampu tetap fokus meskipun pembicaraan berlangsung cepat atau melibatkan topik yang kompleks.
Dalam pertemuan bisnis, satu istilah yang salah dapat menimbulkan kesalahpahaman. Dalam negosiasi, kesalahan memahami maksud lawan bicara bahkan dapat memengaruhi keputusan bisnis.
Karena itu, perusahaan sebaiknya memilih interpreter berdasarkan bahasa yang dibutuhkan, jenis acara, bidang industri, serta tingkat keahlian yang diperlukan.
Memilih Jasa Interpreter yang Tepat
Sebelum menggunakan jasa interpreting, perusahaan perlu memahami kebutuhan acaranya terlebih dahulu. Jenis interpreting yang dibutuhkan untuk konferensi besar tentu berbeda dengan interpreting untuk meeting bisnis dalam kelompok kecil.
Bidang keahlian interpreter juga perlu diperhatikan. Acara yang membahas hukum, kesehatan, teknologi, keuangan, atau bisnis memiliki terminologi yang berbeda dan membutuhkan persiapan yang sesuai.
Memberikan materi acara kepada interpreter sebelum kegiatan berlangsung juga dapat membantu. Agenda, presentasi, istilah khusus, dan informasi mengenai peserta dapat menjadi bahan persiapan agar interpreter lebih familiar dengan topik yang akan dibahas.
Selain itu, pengalaman penyedia layanan juga patut dipertimbangkan. Untuk acara penting yang melibatkan klien, investor, atau mitra internasional, interpreter yang berpengalaman dapat membantu menjaga kelancaran komunikasi sekaligus mengurangi risiko kesalahpahaman.
Lebih dari Sekadar Alih Bahasa
Interpreter bukan sekadar orang yang menerjemahkan percakapan dari satu bahasa ke bahasa lain. Mereka membantu memastikan makna, konteks, nada, dan maksud pembicara tetap tersampaikan meskipun komunikasi berlangsung dalam bahasa yang berbeda.
Bagi perusahaan yang berhubungan dengan klien, mitra, atau audiens internasional, interpreter profesional dapat membantu menciptakan komunikasi yang lebih jelas dan mengurangi risiko kesalahpahaman.
Pada akhirnya, keberhasilan komunikasi lintas bahasa bukan hanya bergantung pada kemampuan berbicara dalam bahasa lain. Yang lebih penting adalah memastikan bahwa pesan yang disampaikan dipahami dengan cara yang tepat.
Licolize Communications menyediakan layanan Interpreting untuk berbagai kebutuhan komunikasi profesional, termasuk meeting bisnis, konferensi, pelatihan, acara internasional, dan kebutuhan korporasi lainnya.
Dengan interpreter yang tepat, perbedaan bahasa tidak harus menjadi penghalang untuk membangun komunikasi dan hubungan bisnis yang lebih baik.